Tampilkan postingan dengan label Gunung dan Rute Pendakian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gunung dan Rute Pendakian. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Agustus 2008

Rute Pendakian Gunung Cikurai

Gunung Cikurai


Gunung Cikurai 2813 m Gunung Cikurai berada di wilayah kabupaten Garut Jawa barat dengan ketinggian 2813m dpl, gunung yang kelihatan jelas berdiri menjulang dari terminal bus Guntur Garut ini merupakan juga gunung ke empat tertinggi di Jawa barat. Posisi geografisnya terletak pada 07° 19' 25" LS dan 107° 51' 40" BT. Gunung yang medan pendakiannya mirip dengan saudara tertingginya Ceremai ini yaitu, tanjakan terjal dan tidak ditemukannya sumber air dari mulai start pendakian hingga puncak. Pendakian dimulai dari stasiun relay TV di kecamatan Cilawu. Biasanya pendaki akan mengisi perbekalan airnya dengan memintanya di stasiun relay ini. Puncak gunung ini bisa dicapai dari dua titik yaitu Cikajang dan Cilawu. Tapi pada saat ini jalur yang lebih sering dipakai adalah jalur dari Cilawu, karena jalur dari Cikajang sudah tidak begitu jelas dan sering menyesatkan.

Rute Pendakian

Jalur akses umum yang biasanya dipakai adalah dari Desa Dayeuhmanggung kecamatan Cilawu Garut. Dari terminal bus Guntur Garut dilanjutkan dengan menumpang angkot (sejenis KWK) nomer 06 dengan trayek Garut - Cilawu, mobil ini menunggu penumpangnya dibelakang terminal didekat pasar. Kemudian turun di Patrol, perlu diperhatikan disepanjang jalur angkot ini ada dua tempat bernama Patrol. Katakan saja pada supirnya Patrol yang dituju adalah yang akan menuju ke perkebunan teh Dayeuhmanggung, sewa angkot Rp. 2.500,- per orang kemudian perjalanan dilanjutkan dari Patrol menuju titik awal pendakian di pemancar relay TV dengan menumpang ojek motor. Tarifnya Rp.15.000,- per orang. dengan waktu tempuh kurang lebih 40 menit bisa juga ditempuh dengan jalan kaki akan memakan waktu 2-3 jam. Di jalur trek nya sendiri tidak ditemukan shelter akan tetapi ada beberapa tempat yang bisa dijadikan sebagai camp area highcamp memilih ada tiga tempat yang cukup besar.


Patrol - Stasiun Relay TV
Patrol terletak diantara Garut dan Cilawu tepatnya pada 07° 18' 43" LS dan 107° 55' 58" BT. Turun dari angkot, terdapat pangkalan ojek dan diseberang jalan terdapat jalan beraspal menanjak menuju Pt. Perkebunan Nusantara VII Desa Dayeuhmanggung. Jika memilih untuk berjalan kaki maka perlu minta ijin saat melewati perkebunan di Pos satpam yang berada di pintu masuk wilayah perkebunan. Kondisi jalan saat lepas dari perkebunan tidak beraspal, baru setelah mendekati daerah stasiun relay TV kembali ditemukan jalan beraspal.



Stasiun Relay TV
Di daerah ini terdapat stasiun relay RCTI, SCTV, TPI dan TVRI. Daerah ini juga sering dijadikan daerah transit bermalam bagi pendaki, tapi jarang petugas yang mengijinkan pendaki untuk menginap di stasiun. Kebayakan pendaki mendirikan tenda diluar areal stasiun. Air bersih dapat diminta pada petugas stasiun relay. Jalur awal pendakian sendiri berada di sebelah kiri kita jika menghadap kearah stasiun. Tempat ini berada pada ketinggian 1460m dpl dan pada posisi 07° 18' 279" LS dan 107° 52' 92" BT.



Jalur Awal - Camp Area 01
Awal dari jalur pendakian berupa jalan setapak membelah kebun teh, setelah melewatinya kita akan samapai pada bukit ilalang disini ada jalan bercabang ke kiri ke ladang petani yang juga terhubung dengan jalur lama yang tidak dipakai lagi. Jalur yang benar menapaki punggungan hingga terus masuk kedalam hutan. Dari pintu hutan jalan terus menanjak, hutannya semakin keatas semakin rapat. Tidak terdapat air sama sekali sepanjang rute ini.



Camp area 01 - Camp area 02
Camp area satu ini berada di ketinggian 2037m dpl, dan berada pada posisi 07° 19' 15" LS dan 107° 52' 46" , diarea ini bisa memuat dua tenda. Dari area ini jalan setapak terus menanjak curam dan hutannya pun semakin rapat. Jalan setapaknya jelas dan memang ada beberapa jalan bercabang akan tetapi masih bisa dibedakan dengan jalan setapak utama. Seperti halnya jalur sebelumnya pada jalur ini pun tidak dijumpai adanya sumber air.



Camp area 02 - Camp area 03
Camp area ini terletak pada sisi kiri jalan setapak saat mendaki, pada posisi 07° 19' 15" LS dan 107° 52' 46" BT dan dengan ketinggian 2271m dpl. Jalr pendakian sama seperti sebelumnya yaitu curam dan sesekali melipir punggunan. Pada area ini juga tidak terdapat sumber air. Camp area ini bisa menampung tiga tenda. Dari sini ingga camp area 03, jalan setapak tidak selalu menanjak tajam bahkan ada yang datar melipiri pungungan.



Camp area 03 - Puncak
Camp area 03 ini cukup luas dan terbuka, bisa buat mendirikan 4-5 tenda. Sama seperti halnya camp area yang lain disini juga tidak ditemukan sumber air. Tempat ini berketinggian 2539m dpl, dan berada pada posisi 07° 19' 32" LS dan 107° 51' 98" BT.




Puncak 2813m dpl
Puncak Cikurai terdapat sebuah menara dan sebuah shelter permanen tanpa pintu, dari puncak kita bisa melihat jelas kota Garut dan juga disebelah timur tampak berdiri Gunung Satria, serta juga perkebunan teh Dayeuhmanggung. Diarah lain tampak juga gunung Papandadayan dan pegunungan lainnya yang terhapar menyajikan pemandangan yang indah sekali. Dipuncaknya sendiri terdapat areal yang cukup luas untuk mendirikan tenda.

Perijinan


Gunung Cikurai tidak memerlukan ijin untuk mendakianya. Jika memutuskan untuk berjalan kaki dari Patrol, maka saat melintasi wilayah perkerbunan teh, saat itu saja harus minta ijin Satpam perkebunan dan bisa juga sekalian memberitahukan rencana pendakian. Agar jika terjadi sesuatu, ada informasi jelas tentang keberadaan anda di Cikurai.

Tempat Menarik


Wilayah gunung Cikurai ini tidak begitu banyak tempat menarik yang bisa kita jumpai, selain perkebunan teh Dayeuhmanggung, keadaaan hutannya dan pemandangan dari puncaknya.



Rute Pendakian Gunung Arjuno

Gunung Arjuno 3339 m


Gunung ini terletak di propinsi Jawa Timur, bertype Strato dengan ketinggian 3.339 m dpl. Biasanya gunung ini dicapai dari dua titik pendakian yang cukup dikenal yaitu dari TRETES dan BATU. Gunung Arjuno bersebelahan dengan Gunung Welirang. Puncak gunung Arjuno terletak pada satu punggungan yang sama dengan puncak gunung Welirang. Selain dari dua tempat diatas Guung Arjuno dapat didaki dari berbagai arah yang lain. Gunung yang terletak di sebelah barat Batu Malang - Jawa Timur ini juga

Merupakan salah satu tujuan pendakian. Disamping tingginya yang telah mencapai lebih dari 3000 meter, di gunung ini terdapat beberapa objek wisata. Salah satunya adalah objek wisata air terjun "Kakek Bodo" yang juga merupakan salah satu jalur pendakian menuju puncak Gunung Arjuna. Meskipun selain objek wisata air terjun Kakek Bodo terdapat pula air terjun lain, tetapi para wisatawan jarang yang mendatangi air terjun lainnya, mungkin karena letak dan sarana wisatanya kurang mendukung.

Rute Pendakian

Gunung Arjuna dapat didaki dan berhagai arah; arah Utara (Tretes) melalui Gunung Welirang, dan arah Timur (Lawang) dan dari arah Barat (Batu-Selecta).

RUTE TRANSPORTASI
RUTE ANGKUTAN DARI SURABAYA:
Angkutan mulai dari Surabaya (terminal Bungurasih/Purbaya)
Naik bis jurusan Malang dari bungurasih (turun di Pandaan).
Naik angkutan lokal dari terminal Pandaan turun di Tretes (turun hotel Tanjung).
Ijin pendakian pada posko (jalan kurang lebih 30 M dari hotel tanjung) Untuk Arjuna.

RUTE PENDAKIAN DARI TRETES:
Tretes merupakan tempat Wisata dan Hutan Wisata serta terdapat air terjun yang indah yaitu Air terjun Kakek Bodo. Di Tretes banyak tersedia hotel maupun Losmen, hawanya sejuk dan merupakan tempat peristirahatan yang nyaman. Dan Pos PHPA Tretes kita dapat langsung rnendaki Gunung Welirang dan juga Gunung Arjuna.

Setelah berjalan antara 4 - 5 jam ke arah barat daya dari Tretes kita dapat berhenti dan bermalam di pondok tempat orang mencari bijih belerang, disini terdapat air yang cukup melimpah untuk memasak atau mandi, Hampir setiap hari sekitar 20 -- 30 orang buruh mencari dan membawa batu belerang ke Tretes. Ke esokan paginya pendakian dapat dilanjutkan ke puncak Welirang atau berbelok kita langsung kearah Gunung Arjuna. Perjalanan dari pondok sampai ke puncak Gunung Welirang, akan melewati hutan Cemara yang jalannya berbatu. Setelah berjalan 3 jam kita akan sampai di puncak Gunung Welirang.

Di bawah puncak Welirang ada sebuah kawah yang menyemburkan gas belerang. Perjalanan dari Tretes sampai ke puncak Welirang memakan waktu 7 - 8 jam. Bila kita akan melanjutkan penjalanan menuju Gunung Arjuna maka setelah sesampai di puncak Gunung Welirang kita berjalan turun ± 10 menit tepatnya ke arah selatan. Hutan yang dilalui adalah hutan cemara dengan melewati sebuah jurang dan pinggiran Gunung Kembar I dan Gunug Kembar II. Setelah berjalan 6 - 7 jam kita akan sampai di puncak Arjuna. Tetapi sebelumnya kita akan melewati tempat yang dinaniakan “Pasar Dieng”, ketinggiannya hampir sama dengan puncak Gunung Arjuna dan terdapat batu­ yang sebagian tersusun rapi seperti pagar dan tanahnya rata agak luas.

Dari sini untuk ke Puncak G. Arjuna hanya memakan waktu ± 10 menit. Untuk mencapai Gunung Arjuna dan Gunung Welirang dibutuhkan waktu 5 sampai 6 jam. Puncak Gunung Arjuna anginnya sangat kencang dan suhunya antara 5-10 derajat celcius. Disini kita dapat menikmati suatu Panorama yang sangat indah terutama bila malam hari, kita dapat melihat ke bawah, kota-kota seperti Surabaya, Malang, Batu, Pasuruan. serta laut utara dengan kerlipan lampu- lampu kapal. Puncak G. Arjuna disebut juga dengan Puncak ‘Ogal-Agil’ atau ‘Puncak Ringgit.

Disekitar puncak bisa mendirikan tenda untuk bermalam. Rute turun dapat ke kota Lawang atau ke arah timur dengan melewati Hutan Cernara, Hutan tropis dan perdu. setelah itu kita akan melewati Perkebunan Teh Wonosari bagian utara. Turun ke arah Lawang lebih dekat dan menyingkat waktu daripada kembali ke arah Gunung Welirang/Tretes. Perjalanan turun ke arah Lawang kurang lebih 6 jam.

RUTE PENDAKIAN DARI LAWANG:
Mendaki Gunug Arjuno dari kota Lawang merupakan awal pendakian yang praktis karena kota Lawang mudah sekali kita tempuh baik dan arah Surabaya maupun Malang, selain itu Puncak Gunung Arjuno dapat langsung kita tuju dan arah ini. Bila kita menginginkan mendaki dari kota Lawang, dari arah Surabaya kita naik bus jurusan Malang dan turun di Lawang (kira-kira 76 Km) dan bila dari Malang, dari Terminal Arjosari kita naik bus menuju Lawang dengan jarak 18 Km. Dan Lawang kita naik kendaraan umum (angkutan desa) menuju desa Wonorejo sejauh 13 km.

Pendakian ke puncak dimulai dari desa ini menuju ke Perkebunan Teh desa Wonosari sejauh 3 km. Di sini kita melapor pada petugas PHPA dan juga meminta ijin pendakian, persediaan air kita persiapkan juga di desa terakhir ini. Dari desa Wonosari terus berjalan dan melewati kebun teh Wonosari serta terus naik selama 3 - 4 jam perjalanan kita akan sampai di “Oro - Oro Ombo” yang merupakan tempat berkemah. Dari ”Oro-oro Ombo” menuju ke puncak dibutuhkan waktu 6-7 jam perjalanan dengan melewati hutan lebat yang disebut hutan “LaliJiwo” untuk menuju puncak terakhir ini. Setelah kita melewati Hutan Lali Jiwo kita akan melalui padang rumput yang jalannva menanjak (curam) sekali.

Mendekati puncak, kita akan berjalan melewati batu-batu yang sangat banyak dan menjumpai tanaman yang sangat indah setelah itu kita akan mencapai puncak Gunung Arjuna. Rute pendakian lainnya yaitu dari kota Batu lewat Selecta yang terletak di sebelah Barat Gunung Welirang. Kota Batu merupakan tempat wisata yang memiliki sumber air hangat dari kaki Gunung Welirang dan keadaannva tidak berbeda jauh dengan Tretes.

Dari arah Kediri atau Malang untuk menuju Batu kita dapat naik bus/Colt, selanjutnya perjalanan dari Batu menuju Selecta menggunakan Colt (angkutan pedesaan). Selecta salah satu tempat wisata yang ada di kota Batu dengan ketinggian 1.200 m dari permukaan laut. Setelah tiba di Selecta kita dapat bermalam haik di Hotel maupun Losmen. Besok paginya dengan colt, kita menuju desa Kebonsari.

Di desa ini kita harus menyiapkan air secukupnya untuk perjalanan ke puncak dan kembalinya. Kita memulai pendakian dengan melewati ladang sayur-sayuran dan jalan setapak menuju ke arah timur laut dan terus naik melewati hutan tropika, dalam perjalanan ini samar-samar akan terlihat puncak Arjuna. Mendaki selama 5 - 6 jam akan mengantarkan kita pada punggungan gunung yang menghubungkan Puncak Gunung Welirang dan Gunung Arjuno, tepatnya sebelah tenggara Gunung Kembar I. Kita masih harus menempuh perjalanan 1 - 2 jam lagi untuk menujupuncak Gunung Welirang ke arah kiri atau Gunung Arjuno ke arah kanan selama 4 - 5 jam.

kpa bass pal © 2008 Template by:
SkinCorner