Tampilkan postingan dengan label Tips and Trik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips and Trik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Desember 2008

Semua Tentang Kabut

Semua Tentang Kabut

Kabut adalah kumpulan tetes-tetes air yang sangat kecil yang melayang-layang di udara. Kabut mirip dengan awan, kecuali bahwa awan tidak menyentuh permukaan bumi, sedangkan kabut menyentuh permukaan bumi.

Kabut terbentuk dari uap air yang berasal dari tanah yang lembab, tanaman-tanaman, sungai, danau, dan lautan. Uap air ini berkembang dan menjadi dingin ketika naik ke udara. Udara dapat menahan uap air hanya dalam jumlah tertentu pada suhu tertentu. Udara pada suhu 30º C dapat mengandung uap air sebangyak 30 gr uap air per m³, maka udara itu mengandung jumlah maksimum uap air yang dapat ditahannya. Volume yang sama pada suhu 20º C udara hanya dapat menahan 17 gr uap air. Sebanyak itulah yang dapat ditahannya pada suhu tersebut. Udara yang mengandung uap air sebanyak yang dapat dikandungnya disebut udara jenuh.



Ketika suhu udara turun dan jumlah uap air melewati jumlah maksimum uap air yang dapat ditahan udara, maka sebagian uap air tersebut mulai berubah menjadi embun. Kabut akan hilang ketika suhu udara meningkat dan kemampuan udara menahan uap air bertambah. Menurut istilah yang diakui secara internasional, kabut adalah embun yang mengganggu penglihatan hingga kurang dari 1 Km.

Ada 4 macam jenis kabut ialah;

1. Kabut Advection
2. Kabut Frontal
3. Kabut Radisi
4. Kabut Gunung

Kabut Advection adalah kabut yang terbentuk dari aliran udara yang melalui suatu permukaan yang memiliki suhu yang berbeda. Salah satu contoh kabut ini adalah kabut Laut yang terjadi ketika udara yang basah dan hangat mengalir di atas suatu permukaan yang dingin. Kabut laut sering muncul di sepanjang pesisir pantai dan di tepi-tepi danau.

Salah satu jenis yang lain dari Kabut Advection disebut Kabut Uap. Kabut ini terbentuk dari aliran udara dingin yang melalui air hangat. Uap air dari hasil penguapan permukaan air secara terus menerus, bertemu dengan udara dingin. Ketika udara mencapai titik jenuh, maka kelebihan uap air secara cepat mengembun menjadi kabut yang berasal dari penguapan permukaan air. Kabut Uap sering muncul pada saat udara dingin bertiup di atas danau yang luas dan bertiup diatas danau yang hangat.

Kabut Frontal terbentuk melalui suatu pertemuan antara dua masa udara yang berbeda temperaturnya. Kabut ini terbentuk ketika hujan turun dari masa udara yang hangat ke dalam masa udara yang dingin tempat uap air menguap. Dengan demikian akan menyebabkan uap air pada udara dingin melampau titik jenuh.

Kabut Radisi terbentuk pada malam yang tenang dan bersih, ketika tanah memancarkan kembali panas ke dalam udara. Satu lapis kabut terbentuk di seluruh permukaan tanah, dan secara bertahap bertambah menjadi tebal. Kabut Radiasi sering muncul di lembah-lembah yang dalam.

Kabut Gunung terbentuk ketika uap air bergerak menuju ke atas melewati lereng-lereng gunung. Udara dingin bergerak ke atas lereng sampai tidak sanggup menahan uap air. Titik-titik kabut kemudian terbentuk di sepanjang lereng gunung.

Minggu, 16 November 2008

Membuat Api di Hutan Khas


Api

Membuat perapian

di hutan khas Cihanjawar

Penulis: Antonius Satya/ Widya NP.

Membuat perapian merupakan salah satu teknik hidup di alam bebas yang sangat penting terutama dalam kondisi survival. Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari membuat perapian. Memasak, menghangatkan badan serta menjauhkan kita dari binatang merupakan bagian darinya. Selain itu perapian juga memberikan suatu efek psikologi yang besar. Kita akan merasa tenang dan nyaman jika berada di dekatnya. Namun semakin besar perapian, pengawasannya juga harus lebih ketat karena kemungkinan terjadi kebakaran menjadi semakin besar juga. Selain itu kita dituntut untuk sebijaksana mungkin memilih bahan-bahan kayu yang diperlukan.

Selain membuat perapian dalam tungku (hawu) di rumahnya, beberapa penduduk Cihanjawar yang punya kebiasaan berburu dan melewatkan beberapa hari di dalam hutan, memiliki teknik membuat api dan perapian. Mungkin bagi masyarakat Cihanjawar sendiri, membuat perapian seperti ini tentulah merupakan kebiasaan sehari-hari bagi mereka dan tidak ada yang menarik. Dari beberapa kali pengamatan, mereka ternyata telah melakukan prinsip-prinsip dasar dalam membuat suatu perapian yang baik.

Namun, terlebih dulu kita harus kembali mengingat tiga unsur penting dalam membuat suatu perapian, yaitu panas, bahan bakar dan udara. Setelah ketiga hal ini terpenuhi maka unsur penyusunan bahan bakar perapian menjadi hal yang sangat penting.

Selalu persiapkan terlebih dahulu bahan bakar yang cukup. Pisahkanlah bahan ini berdasarkan ukurannya. Pisahkan ranting-ranting kecil dengan ranting yang agak besar dan batang kayu yang besar. Jika kayunya agak lembab ataupun basah, sisiklah terlebih dahulu bagian yang basah atau bisa juga dengan membuat cacahan-cacahan pada batangnya sehingga menyerupai bunga-bunga kayu.

Urutan kerjanya adalah sebagai berikut;

a. Siapkan bahan bakar yang cukup, ambilah sebatang kayu yang berukuran sedang sebagai tumpuan bawah (Gambar 1a).

b. Lalu dapat dipalangkan dua buah kayu yang juga berukuran sedang (Gambar 1b). Jangan sampai jarak antara tanah dengan kayu kedua terlalu tinggi sehingga menyulitkan panas api (pembakaran) sampai ke atas. Hal ini akan mengakibatkan kayu yang diatas sulit terbakar dan menjadi bara sedangkan kayu yang telah menjadi bara dibawah akan cepat habis jika tidak diberi “umpan” lagi.

c. Susun lagi ranting-ranting kecil dengan memalangkannya di atas kedua kayu yang dibuat diatas (Gambar 1c). Pastikan ranting-ranting ini tidak mudah terjatuh/menggelincir ke bawah. Oleh karena itu usahakan kedua palang kayu tersebut tidak terlalu miring.

d. Susunlah ranting-ranting yang paling kecil sehingga api yang muncul dapat dengan mudah membakar ranting tersebut. Jangan menumpuk ranting secara berlebihan (Gambar 1d).

e. Nyalakan api dengan bantuan korek, atau pemantik (dalam bahasan ini memang kita tidak akan membicarakan bagaimana membuat api dengan metoda-metoda yang ada tapi lebih mengarah pada pembuatan perapian) di bagian paling dasar. Gunakan bantuan daun-daun kering atau plastik sampah.

f. Jika api sudah menjilat ranting-ranting yang paling kecil, tetap lakukan perautan kayu menjadi bagian-bagian yang kecil dan digunakan sebagai umpan. Usahakan agar lidah api membakar ranting atau daun kering untuk memperbesar nyala api.

g. Apabila ranting terlalu ke sisi (sehingga tidak terbakar), pindahkanlah ke bagian yang “terjilat”oleh lidah api.

h. Terus tumpuk ranting-ranting kayu sambil tetap memberi lubang sebagai sirkulasi udara

i. Perhatikan jarak antara sumber api dengan ranting/kayu yang dibakarnya. Jangan terlalu jauh dan juga jangan sangat berdekatan.


















Urutan kerja pembuatan suatu perapian di Cihanjawar Gunung, susunan kayu bakar untuk perapian sistem blok

Setelah nyala api cukup stabil dan terdapat bara yang cukup banyak, letakan kayu-kayu yang lebih besar sebagai umpan. Susunlah kayu tersebut secara beraturan. Usahakan tetap memberi umpan-umpan kecil di lubang-lubang yang terbuka sehingga bara terus dihasilkan.

Kelebihan cara ini adalah mudah untuk membuatnya. Persiapkan bahan secukupnya. Dalam kondisi survival, perapian seperti ini akan membantu karena digunakan untuk keperluan tertentu saja dan tidak lama. Untuk memadamkannya juga tidak terlalu sulit.

Kekurangan sistem ini adalah rentan terhadap hujan sehingga kita harus memberikan perlindungan khusus. Jika nyala api belum stabil kondisinya akan lebih buruk lagi. Perapian tidak akan selesai karena umpan kayu dan rantingnya menjadi basah.

Namun dalam kondisi-kondisi survival, cara ini kemungkinan berhasilnya lebih besar dan lebih mudah dibuat dibandingkan dengan cara yang akan diterangkan dibawah ini.

Sistem ini dibuat dengan cara menumpuk bahan kayu bakar dengan rapat (Gambar 2).

Perapian Sistem “Blok”

Persiapkanlah terlebih dulu ranting-ranting dengan berbagai ukuran. Pisahkan jenis-jenis ranting ini berdasarkan ukuran tersebut. Sedapat mungkin carilah kayu-kayu yang telah rubuh atau telah mati. Jangan memakai bahan kayu yang tumbuh di daerah perairan (seperti tepian sungai, tepi danau); meskipun telah mati dan kering, kayu dari daerah ini tidak akan terbakar kecuali menjadi arang.

Cara menumpuk/menyusun kayu bakar:

1. Jajarkan di atas tanah; kayu yang sama ukuran sebesar lengan tangan pada lapis pertama dan ke-2 serapat mungkin.

2. Jajarkan kayu berdiameter lebih kecil serapat mungkin pada 3-5 lapisan berikutnnya. Setiap lapisan dengan posisi (secara horisontal) bersilangan antar lapisan (Gambar 2).

3. Buat sedikit ruang kosong dan “pintu” di bagian tengah/bawah: untuk menaruh bahan awal api/umpan (yg terdiri dari ranting, potongan kayu kecil dan kering) secukupnya. Susunlah diatasnya lapisan jajaran kayu berikutnya; Mulailah dengan jajaran kayu berdiameter kecil (sebesar jari tangan) beberapa lapis.

4. Diatasnya, buatlah jajaran kayu yang lebih besar: lapisan kayu sebesar lengan 2-3 lapis, kemudian dilanjutkan lapisan jajaran kayu yg lebih besar: sebesar kaki s/d sebesar paha pada bagian paling atas.

5. Ingat antar lapisan tumpukan saling bersilangan!

Menyalakan dan memelihara api awal

1. Buka pada “pintu” di bagian tengah atau bawah tumpukan (bagian lapisan kayu kecil)

2. Letakkan ditengahnya bahan api awal (lilin, ranting dan daun kering) dan nyalakan.

3. Tutup kembali “pintu” dengan kayu.

4. Biarkan dan tunggu beberapa saat (1/2-1 jam), api akan membakar lapisan diatasnya.

Pada awalnya api tak akan terlihat, melainkan mengepulkan asap/uap akibat pemanasan terhadap kayu basah diatasnya. Semakin tipis asap mengepul pertanda api awal akan padam.

5. Jika api awal padam, buka pintu dan isi kembali dengan bahan awal yang cukup kering dan nyalakan kembali.

Semakin tebal asap semakin baik dan menjadi jaminan api unggun akan menyala.

6. Jika api telah membakar 2-3 lapisan kayu diameter besar diatasnya, kita mulai bisa membuka lapisan teratas untuk merasakan apinya.

Kelebihan:

- Kayu basah dan diameter batang pohon cukup tebal (besar) dapat habis terbakar

- Daya tahan (durasi)/lama waktu bakar cukup lama

- Saat pembakaran kayu awal: tak perlu dilindungi, dalam kondisi hujanpun bisa ditinggalkan (tanpa pengawasan/penjagaan terus menerus).

Kekurangan:

- Waktu yang dibutuhkan dari api awal s/d api unggun menyala: cukup lama (1-2 jam)

- Memakan waktu dan energi cukup besar untuk menebang pohon/ bahan kayu bakar


Mengiris kayu menjadi serpihan kecil (bunga-bunga kayu) untuk bahan awal membuat api. Foto: Anton.


Membuat api model blok dalam kondisi survival sebenarnya tidak begitu efektif. Selain membuang banyak tenaga, kondisi survival hanya sementara dan diusahakan berpindah ke kondisi yg lebih baik, terkecuali kita melakukan survival diam di tempat (statis) dengan syarat lainnya terpenuhi, contoh air, bahan makanan, perlindungan.

Model ini lebih cocok digunakan dalam perkemahan statis yang relatif lama di satu tempat. Contoh: di Kemah penelitian atau saat latihan seperti pendidikan dasar.

Saat latihan (misalnya pendidikan dasar) perapian seperti ini digunakan untuk pengamanan bagi peserta juga (sebagai penghangat, pengolahan masakan yang cukup besar, antisipasi jika terjadi kedinginan/kehujanan, hipotermi dan lain-lain).


Etika Membuat Perapian

Terkadang membuat perapian menjadi suatu perdebatan di kalangan penggiat alam terbuka dan pemerhati lingkungan.

Beberapa hal yang perlu dijadikan perhatian dalam membuat perapian adalah:

1. Buatlah perapian yang secukupnya, tidak terlalu besar dan membutuhkan bahan bakar kayu yang banyak, sesuaikan dengan maksud kita membuat perapian.

2. Jangan menebang kayu sembarangan! Walaupun terkadang hal ini sangat kontradiktif dengan pembuatan perapian, bukan berarti membuat suatu perapian dilarang sama sekali. Yang diperlukan adalah kebijaksanaan kita saat membuat dan menggunakannya. Pilihlah kayu yang telah tumbang ataupun mati yang cukup kering/tidak mengandung banyak air. Cukup banyak ranting-ranting yang telah mati di dalam hutan dan dapat digunakan daripada melakukan penebangan. Daun-daun kering juga dapat dipergunakan sebagai “pemancing” dalam membuat perapian.

3. Pastikan perapian yang akan dipadamkan benar-benar telah mati/padam. Setelah itu dikubur dalam tanah. Perhatikan bagian dasar dari perapian terbuat dari gambut, tanah, atau akar-akar kayu yang menumpuk. Sebaiknya membuat api di atas tanah karena akar ataupun gambut dapat terbakar secara menjalar di lapisan bawah tanpa terlihat oleh kita.

Membakar hutan lebih mudah dan cepat dibandingkan dengan menanam pohon”.

Panoramix dukun Galia, saat ditanya “apakah dia memiliki obat untuk mempercepat tumbuhnya pohon?”. Sohib Asterix ini menjawab; “Tumbuh pohon memerlukan waktu, setelah berkali-kali matahari terbit dan tenggelam, tahun ke tahun untuk menjadi besar”.

Setidaknya kita dapat belajar dari masyarakat Cihanjawar Gunung yang masih tetap memelihara hutannya walaupun masih mempergunakan kayu bakar saat memasak.



Copyright © 2004. Perhimpunan Penempuh Rimba & Pendaki Gunung Wanadri
























Senin, 25 Agustus 2008

KEDINGINAN


KEDINGINAN

Terlalu lama kedinginan, khususnya dalam cuaca berangin dan hujan, dapat menyebabkan mekanisme pemanasan tubuh terganggu sehingga menyebabkan penyakit kronis. Hipotermia adalah suatu keadaan dimana tubuh merasa sangat kedinginan. Setelah panas dipermukaan tubuh hilang maka akan terjadi pendinginan pada jaringan dalam dan organ tubuh. Kedinginan yang terlalu lama dapat menyebabkan tubuh beku, pembuluh darah dapat mengerut dan memutus aliran darah ke telinga, hidung, jari dan kaki. Dalam kondisi yang parah mungkin korban menderita ganggren (kemuyuh) dan perlu diamputasi.

Udara dingin yang basah disertai angin yang bertiup kencang, seringkali dijumpai para pendaki ketika melakukan pendakian gunung. Tidak jarang badai dan hujan lebat menyertai hawa dingin. Malam yang cerah seringkali membuat udara semakin dingin dan berembun. Di puncak musim kemarau justru di sekitar puncak gunung seringkali muncul kristal-kristal es yang menempel pada daun-daunan dan bunga edelweis.

Pakaian yang basah, kaos kaki yang basah semakin menambah dinginnya badan. Keadaan akan semakin parah bila pendaki tidak memperhatikan makanan sehingga tubuh tidak memperoleh ernergi untuk memanaskan badan. Dinginnya udara seringkali membuat perut kembung sehingga enggan untuk makan, kecuali memang kehabisan makanan.

Gejala -gejala kedinginan biasanya Pendaki akan menggigil kedinginan, gigi gemeretakan, merasa sangat letih dan mengantuk yang sangat luar biasa. Selanjutnya pandangan mulai menjadi kabur, kesigapan mental dan fisik menjadi lamban.

Gejala kedinginan yang lebih parah akan membuat gerakan tubuh menjadi tidak terkoordinasi, berjalan sempoyongan dan tersandung-sandung. Pikiran menjadi kacau, bingung, dan pembicaraannya mulai ngacau. Kulit tubuh terasa sangat dingin bila disentuh, nafas menjadi pendek dan lamban. Denyut nadi pun menjadi lamban, seringkali menjadi kram bahkan akhirnya pingsan.

Untuk membantu penderita sebaiknya jangan cepat-cepat menghangatkan korban dengan botol berisikan air panas atau membaringkan di dekat api atau pemanas. Jangang menggosok-gosok tubuh penderita. Jika korban pingsan, baringkan dia dalam posisi miring. Periksa saluran pernafasan, pernafasan dan denyut nadi. Mulailah pernafasan buatan dari mulut dan menekan dada.

Pindahkan ke tempat kering yang teduh. Ganti pakaian basah dengan pakaian kering yang hangat, selimuti untuk mencegah kedinginan. Jika tersedia, gunakan bahan tahan angin, seperti alumunium foil atau plastik untuk perlindungan lebih lanjut.

Panas tubuh dari orang lain juga bagus untuk diberikan, suruh seseorang melepas pakaian, dan berbagi pakai selimut dengan si korban. Jika penderita sadar, berikan minuman hangat jangan memberikan minuman alkohol. Segeralah cari bantuan medis.

Seperti halnya terlalu kepanasan, anak muda dan orang tua merupakan sasaran paling banyak. Alasannya, tubuh kurang efisien dalam mengatur temperatur tubuh. Namun, orang dewasa yang fitpun, dapat kedinginan jika terlalu lama berada di air dingin, udara dingin atau di cuaca dingin tanpa pelindung. Selain itu minuman beralkohol dan narkotika juga mengurangi mekanisme pemanasan tubuh.

Untuk menghadapi bahaya kedinginan bawalah beberapa lapis pakaian kering. Siapkan mantel hujan, jaket tebal, dan kantung tidur. Masukkan pakaian kedalam kantong plastik sebelum dimasukkan ke dalam tas. Gunakan cover pelindung air untuk membungkus tas. Bawalah bekal makanan yang cukup, ada baiknya membawa bekal lebih guna menghapi tertundanya perjalanan karena cuaca atau harus beristirahat karena sakit. Pelajari jalur yang akan ditempuh sebelum melakukan pendakian, hal ini bisa ditanyakan ke petugas pos penjagaan. Rencanakan dan pilih tempat yang akan digunakanan untuk beristirahat, berlindung, memasak, dan mendirikan tenda.

Pilihlah pendakian pada musim kemarau, karena pada musim penghujan curah hujannya tinggi sering ada badai dan tanah longsor, di musim kemaraupun di gunung sering turun hujan namun tidak sebanyak dan sesering di musim hujan. Musim kemarau yang cerah suhu di gunung sangat dingin sekali bisa minus dibawah nol, dibeberapa gunung misal gunung semeru sering muncul kristal-kristal es. Bila cuaca sangat buruk dan sudah tidak sanggup menghadapi udara yang semakin dingin sebaiknya tidak melanjutkan pendakian, karena bisa berakibat sangat fatal.

Dalam menembus cuaca yang sangat dingin harus berusaha mengatasi rasa lapar, kelelahan dan mengantuk. Beristirahatlah sebentar saja bila terlalu lama badan justru akan semakin dingin dan semakin mengantuk, dengan berjalan badan biasanya menjadi hangat bahkan berkeringat. Termos kecil berisi kopi hangat sangat praktis untuk membantu mengatasi rasa dingin dan mengantuk. Sepatu bot dengan kaos kaki yang tebal dan kering sangat membantu. Sebaliknya sepatu basah, kaos kaki basah, dan sendal, dapat membuat kaki serasa beku.

Beristirahat di antara hempasan angin dingin dan tebalnya kabut, justru semakin membuat badan menjadi menggigil, untuk itu carilah batu besar atau celah-celah batu untuk berlindung dari hempasan angin dingin. Bila ingin istirahat tunggulah sampai kabut menghilang, karena beristirahat di tengah kabut membuat pakaian basah dan berembun, sehingga semakin menyiksa badan. Kaos tangan, kerudung kepala, kaos kaki, jaket tebal bisa membantu mengatasi rasa dingin. Bila memungkinkan dan tidak membahayakan lingkungan bisa membuat api unggun untuk menghangatkan badan dan beristirahat.

Ketika hendak mendirikan tenda carilah tempat yang terlindung dari hempasan angin, dan usahakan tempat yang kering. Di tempat yang basah dan lembab embun dan kabut mudah terbentuk sehingga pakaian dan peralatan kita menjadi basah, berembun dan dingin.

Bila ingin minum obat minumlah pada waktu istirahat mau tidur jangan minum obat pada saat melakukan perjalanan sangat berbahaya. Beberapa jenis obat bisa membuat kita menjadi mengantuk atau tenggorokan kering

HIKING


HIKING


Hiking atau jalan kaki adalah suatu bentuk latihan dan rekreasi yang menyehatkan. Hiking bisa jadi hanya berjalan beberapa jam atau bahkan beberapa minggu. Beberapa hiker yang sudah berpengalaman, memperoleh kepuasan dengan berjalan menjelajahi alam yang masih liar di dalam Taman Nasional, suaka alam, dan tempat - tempat asing lainnya. Hiking bisa juga hanya sekedar jalan-jalan di trotoar di dalam kota, intinya adalah berjalan untuk kesenangan.

Kebanyakan orang hanya membutuhkan pakaian yang cocok dengan cuaca dan sepatu boot yang ringan dalam melakukan perjalanan. Seorang hiker pemula harus memulai jalan yang lamanya tidak lebih dari satu hari. Setelah daya tahan tubuhnya meningkat, mereka baru dapat berjalan sepanjang malam. Akhirnya mereka baru boleh melakukan perjalanan berkemah untuk beberapa hari/minggu.

Demi menjaga keselamatan seorang hiker sedikitnya harus bersama satu orang teman. Hiker harus mempersiapkan diri terhadap perubahan cuaca. Pengetahuan dasar pengobatan harus dikuasai, seperti mengobati kulit yang lecet, melepuh kepanasan, masuk angin kedinginan, dll. Ketrampilan menggunakan peta dan kompas sangat penting bila menjelajahi daerah yang tidak d**enal.

Hiker perlu membawa backpack untuk membawa makanan, minuman, pakaian, dan barang keperluan lainnya. Barang-barang yang dibawa bisa jadi untuk kebutuhan selama beberapa hari, terutama bila menjelajahi daerah yang tidak terdapat bahan-bahan keperluan.

Olahraga hiking berupa orientasi membaca peta dan menggunakan kompas. Kompetisi hiker dengan mencari beberapa pos yang tersebar di sepanjang perjalanan. Orang yang pertama dapat menemukan semua pos dialah pemenangnya.

Mendaki gunung adalah hiking khusus yang sangat sulit dan berbahaya. Persiapan fisik, dan mental, juga perbekalan yang memadai sangat diperlukan. Pengetahuan tentang medan yang akan ditempuh juga penting. Dalam mendaki gunung harus dibimbing oleh orang yang sudah berpengalaman.

Berbagai organisasi pecinta alam dan pendakian, termasuk pramuka, biasanya memiliki pengetahuan tentang hiking. Ranger di dalam taman nasional atau suaka alam biasanya memiliki peta dan berbagai perlengkapan.

Camping dialam bebas


Camping dialam bebas ? Mengapa tidak ...




Camping bisa jadi merupakan salah satu hobi Anda. Bepergian ke alam bebas yang masih tampak alami setidaknya dapat memberikan suasana baru dalam kehidupan Anda. Terlebih di alam bebas Anda pun dapat menikmati segarnya udara alam yang belum terkontaminasi oleh asap dari sejumlah mesin serta suara bising dari mesin-mesin tertentu.Namun tentunya diperlukan sejumlah persiapan yang sdekiranya dapat Anda lakukan. Satu diantaranya yakni persiapan mengenai barang apa saja yang sekiranya perlu untuk Anda bawa dalam perjalanan. Nah apa saja yang perlu Anda bawa dalam perjalanan menuju alam bebas ? berikut kami tuliskan sejumlah barang yang perlu untuk Anda bawa.

Tas Camping. :



Bentuk dan ragam tas camping memang banyak di tawarkan. mulai dari yang disesuaikan dengan isi yang akanAnda bawa hingga bentuk yang menarik sekaligus memberikan keamanan pada barang-barang yang Anda bawa. Namun tentunya pemilihan tas akan Anda lakukan dengan berdasar pada kebutuhan Anda. Karena dengan begitu Andadapat menentukan tas dengan ukuran mana yang sekiranya akan menjadi pilihan. Namun sebagai masukkan, pastikan tas yang Anda pilih dapat bertahan dalam segala medan dan kuat dari segala macam cuaca. Karena siapa tahu tas Anda justru dapat merusak apa yang Anda bawa.

Matras :



Benda satu ini, memiliki fungsi untuk menjadi alas tempat tidur Anda. Sebab tanpa alat satu ini, maka dapat dipastikan Anda tak dapat tidur dengan nyenyak. terlebih apabila tempat yang menjadi lokasi camping Anda memiliki kontur tanah berbatu terjal. Nah, dengan bantuan matras ini, maka setidaknya batu/kerikil yang terjal dapat diredam ketajamannya.

Sleeping bag:



Untuk peralatan satu ini, Anda mungkin sudah mengetahui bentuk serta kegunaannya. Bentuk yang di pasarkan memiliki banyak sekali macam ragamnya. Ada yang memiliki bentuk mirip kepompong, ada pula mirip dengan selimut lebar dengan ukuran yang cukup besar. Mana yang menjadi pilihan Anda tentunya dapat Anda nilai dengan kebutuhan Anda. Semakin kecil sleeping bag Anda, maka akan semakin mudah untuk memasukkannya ke dalam tas camping. Terlebih tas camping itu sendiri memang didesain minimalis agar mudah untuk d**enakan di belakang punggung Anda. Saat Anda hendak mengenakan sleeping Bag, ada baiknya apabila Anda memberikan alas matras terlebih dahulu. karena siapa tahu kontur tanah Anda berbatu terjal dan tajam, atau mungkin juga permukaan tanah yang hendak Anda tempati berumput basah yang memungkinkan untuk membasahi sleeping bag Anda.

Tenda :


ukuran tenda yang kini di tawarkan memiliki banyak jenis dan macam ragamnya. mulai tenda dengan ukuran untuk satu orang, hingga tenda yang memiliki kapasitas cukup besar dan dapat diisi oleh 5 orang sekaligus. Namun Anda jangan terburu-buru untuk memilih peralatan satu ini, pastikan tenda yang Anda pilih tidak bocor dan dapat membuat Anda nyaman saat berada di dalamnya. sebab tak jarang ada juga tenda yang ditawarkan, namun justru tidak membuat Anda nyaman saat berada di dalamnya. Jangankan untuk masuk, mungkin saat melihatnya saja Anda sudah mulai tak nyaman. Tak hanya itu, produsen tenda yang benarbenar mengerti kebutuihan konsumen, biasanya memberikan banyak fasilitas yang memberikan kenyamanan Anda. terlebih apabila cuaca jkurang bersahabat dan hujan turun dengan derasnya. Produsen tenda akan memberikan satu lapisan khusus yang dapat melindungi tenda Anda dari kebocoran

Peralatan Selama Kemping, Perlu Atau Tidak?

Dalam artikel sebelumnya Anda telah mengetahui 3 peralatan yang sifatnya memang menjadi peralatan paling mendasar. sementara itu berikut ini kami tuliskan sejumlah peralatan tambahan yang sifatnya tak kalah penting dari peralatan sebelumnya.

Jas hujan, benda satu ini sepertinya tak perlu untuk dibawa. Namun jangan salah, terkadang cuaca di alam pegunungan sulit untuk diprediksikan. bisa panas menyengat, namun hanya dalam hitungan menit hujan mengguyur dengan derasnya.

Alat penerangan : Alat penerangan dibutuhkan pada saat malam tiba. Namun, tak jarang pula apabila cuaca tiba-tiba berkabut. karena itu, penting kiranya Anda memilih alat penerangan yang dapat membantu Anda menghadapi kondisi tersebut. Senter dan juga baterai cadangan sepertinya memang paling banyak digunakan. sementara lentra dapat juga menjadi alternatif. terlebih untuk penerangan disekitar lokasi kemping. Namun saat ini, banyak ditawarkan alat penerangan berupa senter yang dapat menembus kabut dengan kemampuan luar biasa.

Peralatan berikutnya yang dapat Anda lengkapi yakni topi dengan bahan wol, sarung tangan, kaos kaki tebal serta sepatu yang khusus untuk dipergunakan dalam track yang cukup keras. Dengan perlengkapan tersebut, Anda dapat mengurangi hawa dingin yang menyerang Anda. Sementara sepatu khusus tersebut bisa memberikan kenyamanan pada kaki untuk menjelajah kawasan pegunungan dengan leluasa.

Lengkapi juga daftar barang-barang Anda dengan pakaian kasual yang mampu menyerap keringat secukupnya sebab selama dalam perjalanan menanjak, terkadang keringat keluar dengan cukup derasnya dan hal tersebut tentunya akan membuat suasana perjalanan Anda semakin kurang berkenan.

Pastikan pula alat tulis dan kompas tak tertinggal dalam daftar perlengkapan Anda. sebab dua alat ini pada situasi tertentu amat dibutuhkan. terlebih bagi Anda yang selalu mencatat setiap detil perjalanan Anda.

P3K serta ransum untuk yang satu ini pastinya tidak akan tertinggal begitu saja. Selama berada ditujuan Anda tak mungkin puasa kan ?? Terlebih alat P3K, karena selama menjalani perjalanan bukan tidak mungkin Anda mengalami kesulitan yang hanya bisa diatasi dengan obat-obatan yang dibawa.

Kompor : peralatan satu ini banyak macam ragamnya, dan mungkin saat sekarang ini sudah banyak jenis kompor kemping yang di tawarkan. Dua diantara jenis kompor yang ditawarkan yakni kompor dengan bahan bakar parafin dan juga gas. Untuk kompor dengan bahan bakar gas, Anda bisa mendapatkan kompor gas lipat yang hanya dihubungkan dengan seutas selang penghubung atau kompor gas biasa yang dlengkapi dengan pematiknya.

Untuk jenis kompor gas pertama yang disebutkan, memang agak riskan karena untuk menyalakan kompor saja diperlukan korek api. Bila Anda trauma dengan letupan kecil pada saat dinyalakannya kompor tersebut, tentunya Anda akan perlu sedikit waspada.

Untuk kompor dengan bahan bakar parafin, Anda dapat membuat sebuah lubang kecil diatas tanah serta susunan batu yang dapat menahan panci saat hendak memasak. Namun sebelumnya pastikan kontur tanah yang ada di sekitar Anda tidak basah. sebab parafin tidak akan mudah menyala jika dalam keadaan basah.

Repot memang, namun parafin cukup awet untuk digunakan untuk memasak dari pada berbahan gas. Selain itu untuk memasukkannya dalam tas camping, parafin tidak memakan banyak tempat. Namun tentu saja baik kompor dengan paravin ataupun gas memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.

Pastikan Anda membawa pisau lipat serta tali tambang dengan bahan yang cukup kuat. Bagi Anda yang memiliki budget dana cukup besar, tali dengan bahan nilon yang dilapisi dengan serat baja, bisa menjadi pilihan. Bila tidak, maka tambang dengan serat yang cukup kuat dapat menjadi alternatifnya.

Jangan lupa pula kantong plastik untuk membuang sampah sisa dari segala macam makanan selama Anda menempati lokasi camping. Jangan sampai saat Anda pulang, jusru lokasi kemping menjadi kotor.

Surat keterangan dari pemuka atau pemda setempat bisa jadi merupakan hal yang perlu untuk Anda siapkan. Tak hanya itu identitas diri pun jangan sampai tertinggal, karena bagaimanapun Anda tak tahu apa yang akan terjadi selama melakukan perjalanan.

kpa bass pal © 2008 Template by:
SkinCorner